June 20, 2021
Pesawat Gatotkaca N-250

6 Teknologi Tinggi Buatan Indonesia

Indonesia memiliki banyak sekali teknologi yang canggih, dan merupakan hasil karya anak bangsa dan sebagian digunakan oleh dunia internasional. Dari perlengkapan tempur hingga perlengkapan sehari-hari. Berikut 6 teknologi canggih buatan Indonesia.

Panser Anoa

APS 6 × 6 Panser, Armored Personnel Carrier (APC) adalah kendaraan tempur lapis baja yang tugas utamanya adalah mengangkut infanteri ke medan perang. Kendaraan lapis baja dikembangkan oleh PT-Pindad, sebuah perusahaan milik negara Indonesia yang mengembangkan kendaraan militer dan senjata kecil. Ini dirancang khusus untuk kebutuhan kavaleri dan dapat membawa 10 orang, termasuk 3 orang, pilot, komandan dan 2 penembak. Nilai kontraknya sekitar $ 51 juta-6 × 6 kendaraan lapis baja

Letaknya di pojok kiri atas APS 6 × 6 Panzer. Itu bisa dipersenjatai dengan senapan mesin atau peluncur granat. Senapan mesin memiliki kaliber 12,7 mm, dan peluncur granat otomatis memiliki kaliber 40 mm. Bergantung pada tata letak, spesifikasi senjata ini tidak mutlak, dan dua jenis senjata berat dapat ditempatkan di depan dan di belakang kendaraan. Mobil lapis baja APS 6×6 juga dilengkapi mode malam dan winch 6 ton. Fasilitas komunikasi termasuk VHF / FM (anti-jamming and navigation) dan GPS.

Pesawat Gatotkaca N-250

Pesawat Gatotkaca N-250

Pesawat ini merupakan pesawat regional turboprop yang awalnya dirancang oleh IPTN (sekarang PT. Dirgantara Indonesia). Dirilis pada 1995. Simbol N merupakan kependekan dari Nusantara dan menandakan bahwa desain, manufaktur, dan perhitungannya dilakukan oleh Nurtanio, pendiri dan perintis industri dirgantara Indonesia atau Indonesia. Pesawat bernama Gatotkaca dan IPTN wanita pertama ini menaklukkan pasar di kelas penumpang 50-70.

KRI-Krait-827

Kapal perang ini merupakan hasil pertukaran ilmu antara TNI AL melalui fasharkan Mentigi (fasilitas perawatan dan perbaikan) dengan galangan kapal PT Batan Expressindo (BES), Tanjung Gungkung. Sudah beroperasi selama 14 bulan dan 100% dikelola di Indonesia. Terbuat dari aluminium, ia memiliki muatan 190 ton dan jarak tempuh sekitar 2.500 mil. Ia memiliki jangkauan radar 96 mil laut (setara dengan 160 km) dengan sistem navigasi GMDSS Zona 3 dengan kecepatan terbukti 25 knot.

Smart Eagle II (SE II)

Ini adalah prototipe PT (Unman Aerical Vehicle) tak berawak pertama. Pilot Teknologi Indonesia untuk Intelijen Indonesia. SE II menggunakan mesin 150cc dua tak yang mampu terbang hingga 6 jam. Dilengkapi dengan kamera warna. Anda dapat bekerja di malam hari menggunakan kamera Therman Imaging (TIS) untuk opsi sensor.

Mobil Arina-SMK

Kendaraan ini dirancang untuk menggunakan mesin sepeda motor 150cc, 200cc dan 250cc. Konsumsi bensin hanya 1 liter di 40 km. Dengan panjang 2,7m, lebar 1,3m, dan tinggi 1,7m, Anda bisa memasuki gang sempit. Disebut Arina-SMK karena dibuat atas kerjasama siswa SMK dan Armada Indonesia (Arina).

Robot Tempur

Prototipe robot tempur ini sudah beberapa kali diuji dan dapat menempuh jarak hingga 1 km dari pusat kendali. Ukurannya 1,5m x 0,5m dan beratnya sekitar 100kg. Dijelaskannya, robot tersebut memiliki motor penggerak dua roda yang mampu membawa beban hingga 150 kg, dan kecepatan maksimalnya bisa mencapai 60 km / jam. “Robot yang dibuat pada 2009 namun belum bernama ini didukung oleh dua baterai yang disimpan di dalam tubuh robot.

Kedua baterai ini memiliki 36 volt untuk penggerak dan 12 volt untuk sistem kendali. Gunawan mengaku kondisi robot ini belum sempurna. Karena proses perakitan baru saja selesai dan probabilitasnya masih sekitar 70-80% dari kondisi ideal yang dibutuhkan.

Spread the love